Sukhairi Ceritakan Sejarah Syekh Musthafa Husein Al-MandilySukhairi Ceritakan Sejarah Syekh Musthafa Husein Al-Mandily

Panyabungan, Diskominfo – Bupati Mandailing Natal (Madina) HM Jafar Sukhairi Nasution menceritakan sejarah Syekh Musthafa Husein Al-Mandily: Ulama, Pejuang dan Pionir Tradisi Pesantren di Sumatera Utara pada acara Halaqah Sejarah Perjuangan Nahdlatul Ulama Sumatera Utara (Sumut) di Masjid Agung Nur Ala Nur, Kecamatan Panyabungan, Madina, Sumut, Rabu (17/5/2023).
Turut hadir Wakil Bupati Madina Atika Azmi Utammi Nasution, Ketua MUI Madina M Nasir, Kakan Kemenag, Ketua PCNU Se-Sumatera Utara dan Para Ulama.
Sukhairi menyampaikan sebagai seorang ulama, intelektual sekaligus sebagai tokoh yang sangat berjasa dalam pembangunan peradaban Islam di Sumut, Syekh Musthafa Husein tentunya sudah
tidak asing lagi bagi sebagian besar masyarakat Sumut bahkan Indonesia.
“Sepanjang perjalanan hidupnya, beliau telah menunjukkan kiprah dan pengabdian yang sangat besar dalam membangun peradaban Islam khususnya di Sumatera Utara. Beliau merupakan tokoh utama dalam pendirian pesantren terbesar, tertua dan paling berpengaruh di Sumut, yakni pesantren Musthafawiyah Purba Baru yang didirikannya pada tahun 1912. Ia juga merupakan pejuang serta
tokoh pendiri NU pertama di Sumatera Utara,” kata Sukhairi.
Kontribusi Syekh Musthafa Husein, kata Sukhairi, tidak hanya dalam pengembangan pendidikan. Dari
tradisi lisan dan penjelasan seorang santri yang pernah mendampingi beliau selama beberapa tahun, keterlibatan dan keikutsertaan Syekh Musthafa Husein dalam perjuangan membela negara tidak disangsikan lagi.
Bersama dengan ulama Nusantara lainnya, kata Sukhairi Syekh Musthafa
Husein mengeluarkan fatwa Resolusi Jihad yang mewajibkan umat Islam untuk turut serta dalam jihad fi sabilillah untuk mempertahankan kedaulatan Indonesia dari agresi atau penjajahan Belanda.
“Tidak hanya itu, Syekh Musthafa Husein bahkan disebut turut dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan dari tangan penjajah yang kembali ingin
merongrong kedaulatan negara,” kata Sukhairi.
Sukhairi mengatakan dirinya merasa terhormat dapat menerima tamu-tamu istimewa dari luar daerah. “Selamat datang di Madinaā€¯, lanjutnya.