Puluhan Pengendara Terjaring Operasi Yustisi

Untuk meminimalisir pelanggaran protokol kesehatan di kabupaten Mandailing Natal, tim gabungan kembali melakukan operasi yustisi, selasa (20/10/2020)

Mengambil tempat di Jalan Willem Iskandar Kelurahan Dalan Lindang Kecamatan Panyabungan, tepatnya di depan Markas Satpol PP Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Tim gabungan Pemkab Madina bersama TNI-Polri berhasil menjaring puluhan pengedara maupun penumpang angkutan yang tidak mengenakan masker.

Pada operasi ini tercata sebanyak 41 orang terjaring dengan rincian 32 laki-laki dan 8 perempuan harus menerima hukuman berupa hukuman fisik seperti push-up dan squad-jump sedangkan perempuan diharuskan membersikan sampah, gotong royong dan menyapu.

Hal ini dijelaskan Kabid Gakda Perundang-undangan Satpol PP Madina, Nanda Nasution , SH, “Tadi kita mulai pukul 09:00 sampai 11:00, dan untuk hari ini ada 41 orang, 32 laki laki dan 8 perempuan, yang terjaring razia yaitu pengendara dan penumpang kendaraan pribadi maupun angkutan umum,” ujar Nanda.

“Untuk sanksi, laki laki kita kenakan hukuman fisik seperti push-up dan squad jump, sedangkan untuk perempuan yaitu terkait kebersihan, seperti menyapu, gotong royong dan memmungut sampah di sekitaran area operasi, selain itu pelanggar juga diharuskan membeli 3 pcs masker yang nantinya 2 pcs diserahkan kepada petugas untuk nanti dibagikan kepada masyarakat, sedangkan sisanya untuk si pelanggar,” sambungnya lagi.

Nanda juga mengatakan tingkat pelanggaran protokol kesehatan khususnya penggunaan masker sudah jauh berkurang, khususnya bagi pengendara.

“Sudah jauh berkurang, masyarakat, khususnya pengendara sudah mulai memahami pentingnya penggunaan masker, tingkat kesadarannya sekitar 65 persen. Mungkin ini hasil dari edukasi serta efek dari operasi-operasi selama ini,” terangnya lagi.

“Selain masyarakat biasa, ada ASN dan honorer juga yang terjaring tadi,” pungkasnya.

Ketika ditanyakan terkait jumlah pelanggar secara keseluruhan, Nanda menjelaskan bahwa untuk totalnya belum diakumukasikan mengingat operasi dilaksanakan dengan pembagian bidang dan shift.  “Pelaksanaan operasi ini kan dibagi dengan jadwal, bidang dan shift masing-masing, jadi untuk keselurahan belum diakumulasikan. Dan lagi operasi kan masih terus dilakukan, bahkan hingga siang dan malam,” terangnya.

“kalau untuk malam, target kita yaitu coffee-shop, kedai kopi dan sebagainya, karena kita menilai aktifitas dan masyarakat di tempat tersebut tergolong ramai,” tandasnya. (MN-07)